Kelebihan dan Kekurangan realme C25

Josefbulvasociety – realme menggebrak dunia saat meluncurkan dua ponsel terakhirnya pada 23 Maret 2021. Salah satu ponsel terbarunya adalah realme C25 yang akan dibahas kali ini. realme C25 memiliki tampilan khusus karena disertifikasi untuk keandalannya yang tinggi oleh TÜV Rheinland.

Adanya sertifikasi kehandalan tinggi TÜV Rheinland tentunya dapat meningkatkan daya tawar ponsel kelas satu realme ini. Karena sebelumnya, tidak ada smartphone entry-level yang memiliki sertifikasi ini. Namun, apa kelebihan realme C25.

Kelebihan realme C25

Ada banyak hal keren di realme C25, apa itu? Untuk lebih jelasnya simak beberapa kelebihan Realme C25 yang telah kami rangkum, yuk!

1. Desain dan antarmuka

realme call desain sampul belakang realme C25 Geometric Art Design. Karena desain ini, bagian belakang ponsel dapat berpendar saat terkena cahaya. Bahkan, desain ini sudah agak membosankan karena sudah diterapkan di beberapa ponsel sebelumnya, misalnya Realme C11.

Meski demikian, dari segi ergonomis, desain ini membuat ponsel ini nyaman digenggam. Karena ada semacam tekstur tergores yang membuat ponsel tidak licin. Sisi mulus penutup belakang hanya sebagian saja, membentuk garis memanjang untuk logo realme.

Selain itu, seperti yang dijelaskan di paragraf pembuka, ponsel ini lolos sertifikasi TÜV Rheinland. Jadi apa jaminan sertifikasi ini? Singkatnya, ponsel ini telah menjalani serangkaian tes gaya TÜV Rheinland.

Meliputi pengujian ketahanan komponen, penggunaan sehari-hari, dan skenario lingkungan yang ekstrem. Alhasil, realme C25 dijamin bisa digunakan secara normal dalam jangka waktu yang lama, minimal 3 tahun.

Selain sertifikasi TÜV Rheinland, yang membuat realme C25 istimewa adalah hadirnya sistem operasi Android 11 terbaru dengan antarmuka realme UI 2.0. Pengguna kini memiliki kebebasan untuk menentukan personalisasi layar di realme UI 2.0.

Mulailah dengan menyesuaikan warna notifikasi, ikon, dan menampilkan jam digital dengan layar selalu aktif. Ada juga sesuatu yang disebut SleepCapsule. Fitur ini memungkinkan Anda membatasi penggunaan aplikasi saat mengetik sebelum tidur. Fitur ini dapat dinonaktifkan dengan me-restart ponsel, namun jumlahnya dibatasi maksimal 3 kali dalam 1 bulan.

2. Performa luar biasa

realme C25 bekerja dengan set kelas input berlabel SoC, yaitu MediaTek Helio G70. Chipset delapan inti ini dibuat dengan proses manufaktur 12nm. Di dalam chipset ini terdapat core cluster cepat dengan arsitektur Cortex A75 (2×2.0 GHz) dan core cluster berdaya rendah berbasis Cortex A55 (6×1.7 GHz). Ada juga GPU Mali G52 (823 MHz).

Keberadaan chipset ini menghadirkan performa yang cukup lumayan menurut pengujian yang dilakukan Jagat Review. Skor Antutu 8 yang dihasilkan oleh realme C25 adalah sekitar 200.000. Angka ini cukup baik untuk kelas entry HP. Bahkan stabilitas performanya mencapai 99,5% dalam stress test Mark Wilf Life 3D.

Berbekal chipset Helio G70, Realme C25 lancar menjalankan berbagai game yang diuji oleh Jagat Review. Seperti PUBG Mobile, yang melewati 40 frame per detik pada pengaturan grafis Smooth-Ultra. Game Mobile Legend bahkan lebih stabil karena dapat menghasilkan 60 frame per detik dengan pengaturan grafis HD-High Frame Rate.

Game Android terberat di dunia, Genshin Impact, juga bisa. Namun, jangan menunggu lebih lama lagi. Pasalnya, pada pengaturan grafis terendah 60 fps, gambar yang dihasilkan bisa turun hingga belasan fps dalam pertempuran. Namun, saat Anda tidak kesulitan, layar dapat menampilkan gambar dalam kisaran 20-40 fps, yang cukup bagus untuk ponsel entry-level.

3. Kapasitas memori besar

realme C25 tersedia dalam dua varian memori internal, yakni 64 GB dengan RAM 4 GB dan 128 GB dengan RAM 4 GB. Kapasitas ini cukup untuk standar saat ini. Bahkan dengan penyimpanan 128GB, lusinan film dan game HD dapat bertahan.

Anda juga tidak perlu khawatir jika memori internal penuh. Pasalnya, realme selalu menawarkan slot microSD opsional untuk menambah ruang penyimpanan. Lokasi yang diberikan tentunya bukan hybrid alias terpisah dari kedua nanoSIM tersebut. Anda juga dapat memasang kartu microSD dengan ukuran maksimum 256 GB

4. Baterai raksasa

Ponsel seri Realme C dikenal dengan kapasitas baterainya yang luar biasa. Kali ini, realme C25 mencerminkan hal itu dengan baterai 6000mAh-nya. Di sisi lain, upaya realme agar ponsel tetap menyala dalam waktu lama tidak berhenti pada peningkatan kapasitas baterai.

Ada fitur lain yang berfungsi untuk mengoptimalkan baterai. Seperti aplikasi Quick Freeze yang berguna untuk meminimalkan konsumsi daya oleh aplikasi, dan mode Super Power Saving.

Dalam mode hemat daya, sisa daya baterai 5% dapat dimaksimalkan. Misalnya untuk chatting di WhatsApp hingga 1,93 jam atau menelepon jaringan 3G selama 2,18 jam.

Sedangkan menurut pengujian Jagat Review, baterai realme C25 hanya berkurang 6% saat digunakan untuk memainkan Genshin Impact (lebih rendah 60 fps) selama 30 menit. Hal ini menunjukkan bahwa baterai cukup tahan lama meskipun beban kerja yang berat.

Sementara itu, berbekal teknologi fast charging 18 watt (9V 2A), waktu pengisian daya ponsel ini tidak terlalu lama, namun juga tidak terlalu cepat. Sudah 2 jam 56 menit dari kosong hingga penuh. Sebaiknya isi daya ponsel ini sebelum tidur jika Anda melihat waktu pengisian yang diperlukan.

5. Sensor dan konektivitas lengkap

Sensor yang disertakan untuk realme C25 cukup lengkap. Ada sensor cahaya, kedekatan, akselerometer, kompas, dan sidik jari (belakang). Ada juga gyroscope, meski responnya tidak terlalu cepat saat digunakan untuk game.

Keberadaan sensor penuh itu sendiri merupakan keuntungan bagi ponsel entry-level. Pasalnya, banyak produsen mengorbankan sisi sensor untuk menggerakkan industri lain dalam sebuah ponsel. Selain sensor, konektivitas yang dimiliki Realme C25 juga cukup lengkap.

Belum ada dukungan jaringan 5G, yang sangat masuk akal untuk kategori harganya. Namun, Wi-Fi generasi kelima (5 GHz) sudah bisa terhubung di ponsel ini. Kemudian realme C25 juga mendukung Bluetooth 5.0, USB On-The-Go dan radio FM.

Semuanya esensial atau penting dalam penggunaan sehari-hari. Misalnya, Bluetooth 5.0, yang akan membuat pengalaman mendengarkan lagu melalui headphone nirkabel tanpa penundaan. Konsumsi energi tetap hemat.

Kekurangan realme C25

Beberapa poin di bawah ini harus diperhatikan sebelum memutuskan untuk membeli realme C25. Memiliki kelemahan tidak selalu berarti itu hal yang buruk. Karena preferensi setiap orang berbeda saat melihat suatu produk.

1. Lensa ultra lebar tidak ada

realme C25 menghadirkan pengaturan kamera belakang tiga lensa. Ketiga lensa tersebut adalah lensa utama 48 MP f/1.8, lensa makro 2 MP f/2.4, dan lensa depth sensor 2 MP f/2.4. Ada juga lensa kamera depan 8 MP f/2.0.

Hasil jepretan cukup buruk, wajar untuk ponsel sekelas yang terjangkau. Demikian seperti yang disampaikan di kanal YouTube Jagat Review. Hal yang baik tentang kamera adalah rentang dinamis yang lebar. Objek utama dengan latar belakang terlihat bagus.

Hal baik lainnya adalah kamera belakang dapat merekam video Full HD pada 60fps. Ponsel entry-level yang sangat langka yang bisa mencapai 60 frame per detik dalam resolusi Full HD.

Di sisi lain, sayangnya tidak ada lensa ultra lebar di jajaran kamera belakang. Oleh karena itu, tidak mungkin memotret objek dengan sudut pandang lebar. Bahkan, ponsel lain dengan harga yang sama memiliki tujuan ini. Beberapa contohnya adalah Redmi 9T dan Realme Narzo 20.

2. Bobot yang relatif berat

Pengoperasian satu tangan masih dimungkinkan pada ponsel ini. Namun, dengan dimensi 164,5 x 75,9 x 9,6mm, realme C25 jelas bukan ponsel yang ramping. Selain itu, bobotnya tembus 209 g.

Dimensi besar dan bobot yang relatif tinggi merupakan konsekuensi dari baterai besar yang dibawanya. Tangan Anda bisa cepat lelah karena memegang ponsel ini dalam waktu lama. Yang Anda butuhkan untuk mengatasi masalah ini adalah membiasakan diri.

3. Belum memiliki teknologi UFS

Teknologi penyimpanan internal eMMC 5.1 Realme C25 tidak buruk. Kecepatan baca bisa 250MB/detik (berurutan), dengan kecepatan tulis 125MB/detik (berurutan). Namun, dalam menghadapi UFS, eMMC jelas tertinggal.

Sebut saja contoh ponsel entry level yang sudah menggunakan memori internal UFS, yakni POCO M3 dan Redmi 9T. Keduanya sama-sama menggunakan UFS 2.1 untuk varian penyimpanan 64 GB dan UFS 2.2 untuk memori internal 128 GB. Kecepatan baca UFS 2.1 bisa 3 kali lebih cepat dari eMMC 5.1, sedangkan kecepatan tulis 1,5 kali lebih baik.

Demikian ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan realme C25. Secara keseluruhan, ponsel ini menawarkan standar baru untuk smartphone entry-level untuk mencapai puncak dengan sertifikasi TÜV Rheinland. Masyarakat tidak lagi khawatir ponselnya tidak bisa digunakan dalam waktu lama berkat sertifikasi ini.

Baterai yang besar, chipset yang mumpuni, dan memori yang cukup lega menjadi daya tarik selanjutnya. Namun, semua itu harus dibalas dengan kemampuan kamera yang pas-pasan. Sekarang terserah Anda untuk memutuskan apakah harganya Rp 2,29 juta (varian 64/4 GB).

Sumber : Berita Teknologi Terbaru